Perbedaan Polymesh dan Stader: Polymesh diperdagangkan di Rp544,71 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.848 (kapitalisasi pasar Rp130,84M, volume 24 jam Rp12,88M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| POLYX | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp130,84M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp12,88M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 13 Hari |
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →