Perbedaan Polymesh dan Raydium: Polymesh diperdagangkan di Rp653,75 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp228,92M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai Raydium dibatasi (269,3M / 555M RAY (49%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| POLYX | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp3,36T |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp228,92M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →