Perbedaan Polymesh dan SuperRare: Polymesh diperdagangkan di Rp655,63 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan SuperRare diperdagangkan di Rp231,16 (kapitalisasi pasar Rp190,8M, volume 24 jam Rp92,67M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai SuperRare dibatasi (825,5M / 1B RARE (83%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan SuperRare selama 30 Hari.
| POLYX | RARE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp190,8M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp92,67M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 825,5M / 1B RARE (83%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →