Perbedaan Polymesh dan Parcl: Polymesh diperdagangkan di Rp530,52 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M), sedangkan Parcl diperdagangkan di Rp91,14 (kapitalisasi pasar Rp37,63M, volume 24 jam Rp3,32M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 18,6× kapitalisasi pasar Parcl, dan suplai Parcl dibatasi (412,3M / 1B PRCL (42%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polymesh selama 20 Hari dan Parcl selama 16 Hari.
| POLYX | PRCL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp699,51M | Rp37,63M |
Volume (24h) | Rp22,08M | Rp3,32M |
Suplai yang Beredar | 1,1B POLYX | 412,3M / 1B PRCL (42%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →Ekosistem Parcl—terdiri dari Parcl, Parcl Labs, dan Parcl Limited—mengembangkan dan mengelola Parcl Protocol, sebuah platform desentralisasi yang memungkinkan pengguna mengambil posisi long atau short pada harga properti dunia nyata. Dengan memanfaatkan data properti kelas dunia dari Parcl Labs, Parcl bertujuan menciptakan pasar likuid untuk kelas aset terbesar di dunia. Token PRCL menjadi penggerak ekosistem, memberikan hak tata kelola, akses ke data dan analitik Parcl Labs, serta insentif jaringan.
Selengkapnya di halaman PRCL →