Perbedaan Peanut the Squirrel dan Turtle: Peanut the Squirrel diperdagangkan di Rp782,06 (kapitalisasi pasar Rp780,14M, volume 24 jam Rp108,55M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp610,48 (kapitalisasi pasar Rp94,3M, volume 24 jam Rp34,78M). Perbedaan utamanya: Peanut the Squirrel jauh lebih besar — sekitar 8,3× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Peanut the Squirrel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Peanut the Squirrel selama 41 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| PNUT | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp780,14M | Rp94,3M |
Volume (24h) | Rp108,55M | Rp34,78M |
Suplai yang Beredar | 999,8M PNUT | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Peanut the Squirrel (PNUT) adalah koin meme yang diluncurkan di blockchain Solana, terinspirasi dari sebuah peristiwa menyentuh yang ramai dibicarakan di media sosial. Koin ini menceritakan kisah Pnuts, tupai peliharaan yang disayangi, dan rekannya, Fred, yang membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi para pengasuh dan pengikutnya. PNUT bertujuan untuk menyalurkan cinta dan dukungan luar biasa terhadap kisah ini menjadi gerakan yang melindungi makhluk kecil. Koin ini mewakili misi kepedulian, kenangan, dan perubahan bermakna dalam dunia kripto, menggabungkan semangat komunitas dengan tujuan yang berdampak.
Selengkapnya di halaman PNUT →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →