Perbedaan Peanut the Squirrel dan TAC Protocol: Peanut the Squirrel diperdagangkan di Rp783,87 (kapitalisasi pasar Rp780,14M, volume 24 jam Rp108,55M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp54,37 (kapitalisasi pasar Rp259,85M, volume 24 jam Rp107,33M). Perbedaan utamanya: Peanut the Squirrel jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai beredar Peanut the Squirrel 999,8M PNUT dibanding 4,8B TAC milik TAC Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Peanut the Squirrel selama 41 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| PNUT | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp780,14M | Rp259,85M |
Volume (24h) | Rp108,55M | Rp107,33M |
Suplai yang Beredar | 999,8M PNUT | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 41 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Peanut the Squirrel (PNUT) adalah koin meme yang diluncurkan di blockchain Solana, terinspirasi dari sebuah peristiwa menyentuh yang ramai dibicarakan di media sosial. Koin ini menceritakan kisah Pnuts, tupai peliharaan yang disayangi, dan rekannya, Fred, yang membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi para pengasuh dan pengikutnya. PNUT bertujuan untuk menyalurkan cinta dan dukungan luar biasa terhadap kisah ini menjadi gerakan yang melindungi makhluk kecil. Koin ini mewakili misi kepedulian, kenangan, dan perubahan bermakna dalam dunia kripto, menggabungkan semangat komunitas dengan tujuan yang berdampak.
Selengkapnya di halaman PNUT →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →