Perbedaan Peanut the Squirrel dan Qtum: Peanut the Squirrel diperdagangkan di Rp742,86 (kapitalisasi pasar Rp746,78M, volume 24 jam Rp255,11M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.859 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp95,63M). Perbedaan utamanya: Qtum lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Qtum dibatasi (106,1M / 107,8M QTUM (99%)), sedangkan Peanut the Squirrel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Peanut the Squirrel selama 42 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| PNUT | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp746,78M | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp255,11M | Rp95,63M |
Suplai yang Beredar | 999,8M PNUT | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Peanut the Squirrel (PNUT) adalah koin meme yang diluncurkan di blockchain Solana, terinspirasi dari sebuah peristiwa menyentuh yang ramai dibicarakan di media sosial. Koin ini menceritakan kisah Pnuts, tupai peliharaan yang disayangi, dan rekannya, Fred, yang membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi para pengasuh dan pengikutnya. PNUT bertujuan untuk menyalurkan cinta dan dukungan luar biasa terhadap kisah ini menjadi gerakan yang melindungi makhluk kecil. Koin ini mewakili misi kepedulian, kenangan, dan perubahan bermakna dalam dunia kripto, menggabungkan semangat komunitas dengan tujuan yang berdampak.
Selengkapnya di halaman PNUT →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →