Perbedaan Plume Network dan Plasma: Plume Network diperdagangkan di Rp181,86 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp165,85M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.669 (kapitalisasi pasar Rp4,29T, volume 24 jam Rp1,12T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Plume Network, dan suplai Plume Network dibatasi (6B / 10B PLUME (60%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Plume Network selama 19 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| PLUME | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,08T | Rp4,29T |
Volume (24h) | Rp165,85M | Rp1,12T |
Suplai yang Beredar | 6B / 10B PLUME (60%) | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 19 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →