Perbedaan Plume Network dan Walrus: Plume Network diperdagangkan di Rp181,86 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp165,85M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp562,76 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Plume Network 6B / 10B PLUME (60%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Plume Network selama 19 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| PLUME | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,08T | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp165,85M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 6B / 10B PLUME (60%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →