Perbedaan Plume Network dan Taiko: Plume Network diperdagangkan di Rp223,79 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp638,87M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.240 (kapitalisasi pasar Rp251,87M, volume 24 jam Rp36,5M). Perbedaan utamanya: Plume Network jauh lebih besar — sekitar 5,5× kapitalisasi pasar Taiko, dan suplai beredar Plume Network 6,2B / 10B PLUME (62%) dibanding 202,9M / 1B TAIKO (21%) milik Taiko. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Plume Network selama 20 Hari dan Taiko selama 8 Hari.
| PLUME | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,38T | Rp251,87M |
Volume (24h) | Rp638,87M | Rp36,5M |
Suplai yang Beredar | 6,2B / 10B PLUME (62%) | 202,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →