Perbedaan Plume Network dan SubQuery Network: Plume Network diperdagangkan di Rp225,49 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp684,15M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Plume Network jauh lebih besar — sekitar 42,9× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Plume Network dibatasi (6,2B / 10B PLUME (62%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Plume Network selama 20 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| PLUME | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,41T | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp684,15M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 6,2B / 10B PLUME (62%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 20 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →