Perbedaan Plume Network dan Subsquid: Plume Network diperdagangkan di Rp223,79 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp638,87M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp806,78 (kapitalisasi pasar Rp907,19M, volume 24 jam Rp75,9M). Perbedaan utamanya: Plume Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Plume Network 6,2B / 10B PLUME (62%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Plume Network selama 20 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| PLUME | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,38T | Rp907,19M |
Volume (24h) | Rp638,87M | Rp75,9M |
Suplai yang Beredar | 6,2B / 10B PLUME (62%) | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →