Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pixelverse (PIXFI) vs STBL (STBL)

PixelverseTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pixelverse dan STBL: Pixelverse diperdagangkan di Rp2,09 (kapitalisasi pasar Rp7,4M, volume 24 jam Rp5,12M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp419,76 (kapitalisasi pasar Rp290,92M, volume 24 jam Rp42,02M). Perbedaan utamanya: STBL jauh lebih besar — sekitar 39,3× kapitalisasi pasar Pixelverse, dan suplai beredar Pixelverse 3,1B / 5B PIXFI (63%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Pixelverse selama 7 Hari dan STBL selama 7 Hari.

PIXFISTBL
Kap. Pasar
Rp7,4MRp290,92M
Volume (24h)
Rp5,12MRp42,02M
Suplai yang Beredar
3,1B / 5B PIXFI (63%)700M / 10B STBL (8%)
Typical Hold Time
7 Hari7 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

PIXFI

Belum ada data sentimen.

STBL
21% Beli79% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 7 Hari

Tentang Pixelverse

Pixelverse adalah ekosistem Gaming bertema cyberpunk yang menggabungkan pengembang pihak ketiga, properti intelektual, dan proyek internal ke dalam satu platform terpadu. Menawarkan pengalaman bermain unik melalui Telegram dan browser web, platform ini menarik lebih dari 60 juta pemain dan memiliki 14 juta pengikut di media sosial. Pixelverse juga mendukung ekonomi langsung di mana pemain dapat berdagang, mempekerjakan orang lain untuk berbagai tugas, dan berinvestasi, menciptakan lingkungan komunitas yang dinamis.

Selengkapnya di halaman PIXFI

Tentang STBL

STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.

Selengkapnya di halaman STBL