Perbedaan Phoenix dan TAC Protocol: Phoenix diperdagangkan di Rp284,36 (kapitalisasi pasar Rp83,04M, volume 24 jam Rp232,44M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp54,36 (kapitalisasi pasar Rp259,85M, volume 24 jam Rp107,33M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Phoenix, dan suplai Phoenix dibatasi (69,3M / 76M PHB (92%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Phoenix selama 29 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| PHB | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp83,04M | Rp259,85M |
Volume (24h) | Rp232,44M | Rp107,33M |
Suplai yang Beredar | 69,3M / 76M PHB (92%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 29 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Phoenix adalah infrastruktur blockchain layer 1 dan layer 2 yang memberdayakan aplikasi Web3. Fokusnya adalah pada generasi berikutnya dari aplikasi Web3 yang didukung AI dan privasi. Phoenix (PHB) adalah mata uang kripto yang beroperasi di platform BNB Smart Chain (BEP20).
Selengkapnya di halaman PHB →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →