Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Phala Network (PHA) vs Ponke (PONKE)

Phala NetworkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Phala Network dan Ponke: Phala Network diperdagangkan di Rp420,83 (kapitalisasi pasar Rp351,64M, volume 24 jam Rp135,15M), sedangkan Ponke diperdagangkan di Rp379,18 (kapitalisasi pasar Rp208,89M, volume 24 jam Rp39,43M). Perbedaan utamanya: Phala Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Ponke dibatasi (555,5M / 555,6M PONKE (100%)), sedangkan Phala Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Phala Network selama 30 Hari dan Ponke selama 11 Hari.

PHAPONKE
Kap. Pasar
Rp351,64MRp208,89M
Volume (24h)
Rp135,15MRp39,43M
Suplai yang Beredar
840,5M PHA555,5M / 555,6M PONKE (100%)
Typical Hold Time
30 Hari11 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

PHA
100% Beli0% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 30 Hari
PONKE
66% Beli34% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 11 Hari

Tentang Phala Network

Phala Network adalah Layer Eksekusi untuk Web3 AI, memungkinkan AI berinteraksi dengan blockchain dan membuat Web3 dapat diakses oleh miliaran orang. Sistem multi-buktinya memungkinkan Anda untuk membangun AI Agent yang aman dan terintegrasi dengan smart contract menggunakan bahasa alami dan bahasa pemrograman. Agen-agen ini dapat terhubung lintas chain dan menciptakan ekonomi token yang menguntungkan. Phala Network menyederhanakan interaksi AI dengan blockchain, mendorong adopsi Web3.

Selengkapnya di halaman PHA

Tentang Ponke

PONKE adalah aset digital baru yang dibuat di jaringan Solana, terkenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah. Token ini menonjol karena pendekatan tokenomiknya yang unik, dengan total pasokan 555 juta token. PONKE dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader online dan penggemar game, memberikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan. Listing di bursa crypto besar meningkatkan aksesibilitasnya, sementara pendekatan berbasis komunitas mendorong keterlibatan pengguna melalui fitur seperti 'helmet' dan saluran media sosial aktif.

Selengkapnya di halaman PONKE