Perbedaan Pepe dan Polymesh: Pepe diperdagangkan di Rp0,0503 (kapitalisasi pasar Rp20,74T, volume 24 jam Rp4,35T), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,44 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Pepe jauh lebih besar — sekitar 29,6× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai Pepe dibatasi (413,8T / 413,8T PEPE (100%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Pepe selama 52 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| PEPE | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp20,74T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp4,35T | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 413,8T / 413,8T PEPE (100%) | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 52 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
PEPE adalah memecoin deflasi yang diluncurkan di Ethereum. Mata uang kripto ini dibuat sebagai penghargaan untuk meme internet Pepe the Frog, yang dibuat oleh Matt Furie, yang mendapatkan popularitas di awal tahun 2000-an. Proyek ini bertujuan untuk memanfaatkan popularitas koin meme, seperti Shiba Inu dan Dogecoin, dan berusaha untuk memantapkan dirinya sebagai salah satu mata uang kripto berbasis meme teratas. PEPE mengimbau komunitas mata uang kripto dengan melembagakan kebijakan tanpa pajak, sistem redistributif yang memberi penghargaan kepada pemilik jangka panjang, dan mekanisme pembakaran untuk mempertahankan kelangkaan koin PEPE.
Selengkapnya di halaman PEPE →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →