Perbedaan PAX Gold dan Polymesh: PAX Gold diperdagangkan di Rp73.269.601 (kapitalisasi pasar Rp32,74T, volume 24 jam Rp1,79T), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,63 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: PAX Gold jauh lebih besar — sekitar 46,8× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai beredar PAX Gold 448,9K PAXG dibanding 1,1B POLYX milik Polymesh. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan PAX Gold selama 39 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| PAXG | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp32,74T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp1,79T | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 448,9K PAXG | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 39 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Pax Gold (PAXG) adalah aset kripto yang didukung oleh emas fisik, diluncurkan pada September 2019 oleh pengembang Paxos Standard (PAX). Sebagai token ERC-20 yang berjalan di blockchain Ethereum, PAXG dapat diperdagangkan di berbagai platform dan menjadi cara yang mudah serta teregulasi bagi investor untuk berinvestasi emas dalam bentuk aset digital.
Selengkapnya di halaman PAXG →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →