Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Particle Network (PARTI) vs Ponke (PONKE)

Particle NetworkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Particle Network dan Ponke: Particle Network diperdagangkan di Rp399,6 (kapitalisasi pasar Rp232,31M, volume 24 jam Rp165,56M), sedangkan Ponke diperdagangkan di Rp258,55 (kapitalisasi pasar Rp160,35M, volume 24 jam Rp28,06M). Perbedaan utamanya: Particle Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Particle Network 582,1M / 1B PARTI (59%) dibanding 555,5M / 555,6M PONKE (100%) milik Ponke. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Particle Network selama 9 Hari dan Ponke selama 12 Hari.

PARTIPONKE
Kap. Pasar
Rp232,31MRp160,35M
Volume (24h)
Rp165,56MRp28,06M
Suplai yang Beredar
582,1M / 1B PARTI (59%)555,5M / 555,6M PONKE (100%)
Typical Hold Time
9 Hari12 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

PARTI
70% Beli30% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 9 Hari
PONKE

Belum ada data sentimen.

Tentang Particle Network

Particle Network adalah blockchain Layer-1 yang dirancang untuk menghadirkan abstraksi antar-rantai (chain abstraction), dengan menyatukan pengguna dan likuiditas secara mulus di seluruh ekosistem Web3. Di pusatnya terdapat Universal Accounts, yang memungkinkan pengguna memiliki satu akun dan saldo terpadu di berbagai jaringan blockchain. Akun-akun ini dikelola dan diamankan oleh Particle Network, memastikan pengalaman Web3 yang lancar tanpa hambatan.

Selengkapnya di halaman PARTI

Tentang Ponke

PONKE adalah aset digital baru yang dibuat di jaringan Solana, terkenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah. Token ini menonjol karena pendekatan tokenomiknya yang unik, dengan total pasokan 555 juta token. PONKE dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader online dan penggemar game, memberikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan. Listing di bursa crypto besar meningkatkan aksesibilitasnya, sementara pendekatan berbasis komunitas mendorong keterlibatan pengguna melalui fitur seperti 'helmet' dan saluran media sosial aktif.

Selengkapnya di halaman PONKE