Perbedaan Orchid dan Phoenix: Orchid diperdagangkan di Rp164,34 (kapitalisasi pasar Rp190,2M, volume 24 jam Rp47,84M), sedangkan Phoenix diperdagangkan di Rp284,36 (kapitalisasi pasar Rp83,04M, volume 24 jam Rp232,44M). Perbedaan utamanya: Orchid jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Phoenix, dan suplai Phoenix dibatasi (69,3M / 76M PHB (92%)), sedangkan Orchid terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Orchid selama 42 Hari dan Phoenix selama 29 Hari.
| OXT | PHB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp190,2M | Rp83,04M |
Volume (24h) | Rp47,84M | Rp232,44M |
Suplai yang Beredar | 997,2M OXT | 69,3M / 76M PHB (92%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 29 Hari |
Orchid merupakan jaringan privasi peer-to-peer berinsentif pertama di dunia. Orchid bertujuan untuk menghapus batasan kebebasan berinternet melalui pembayaran berbasis mata uang kripto sehingga siapapun dapat membeli bandwidth dari para mitra provider. Pembayaran dilakukan dengan nanopayment probabilistik menggunakan OXT, token standar ERC-20 di Ethereum.
Selengkapnya di halaman OXT →Phoenix adalah infrastruktur blockchain layer 1 dan layer 2 yang memberdayakan aplikasi Web3. Fokusnya adalah pada generasi berikutnya dari aplikasi Web3 yang didukung AI dan privasi. Phoenix (PHB) adalah mata uang kripto yang beroperasi di platform BNB Smart Chain (BEP20).
Selengkapnya di halaman PHB →