Perbedaan Osmosis dan Codatta: Osmosis diperdagangkan di Rp610,33 (kapitalisasi pasar Rp475,6M, volume 24 jam Rp48,38M), sedangkan Codatta diperdagangkan di Rp107,61 (kapitalisasi pasar Rp267,63M, volume 24 jam Rp60,3M). Perbedaan utamanya: Osmosis lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Osmosis 781M / 1B OSMO (79%) dibanding 2,5B / 10B XNY (25%) milik Codatta. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 21 Hari dan Codatta selama 3 Hari.
| OSMO | XNY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp475,6M | Rp267,63M |
Volume (24h) | Rp48,38M | Rp60,3M |
Suplai yang Beredar | 781M / 1B OSMO (79%) | 2,5B / 10B XNY (25%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →Codatta adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mengubah pengetahuan manusia dan AI menjadi aset digital yang dapat dimiliki dan menghasilkan royalti. Kontributor dapat memecah data menjadi aset fraksional dengan potensi pendapatan berkelanjutan. Beroperasi di BNB Chain, Ethereum, dan Solana, Codatta menyediakan pelacakan asal data, lisensi, serta distribusi pembayaran otomatis untuk ekosistem AI dan DeSci.
Selengkapnya di halaman XNY →