Perbedaan Osmosis dan eCash: Osmosis diperdagangkan di Rp615,71 (kapitalisasi pasar Rp481,2M, volume 24 jam Rp43,75M), sedangkan eCash diperdagangkan di Rp0,1211 (kapitalisasi pasar Rp2,43T, volume 24 jam Rp1,29T). Perbedaan utamanya: eCash jauh lebih besar — sekitar 5× kapitalisasi pasar Osmosis, dan suplai beredar Osmosis 781M / 1B OSMO (79%) dibanding 20,1T / 21T XEC (96%) milik eCash. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 21 Hari dan eCash selama 116 Hari.
| OSMO | XEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp481,2M | Rp2,43T |
Volume (24h) | Rp43,75M | Rp1,29T |
Suplai yang Beredar | 781M / 1B OSMO (79%) | 20,1T / 21T XEC (96%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 116 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →ECash (XEC) adalah versi baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang merupakan cabang dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). XEC menyebut dirinya sebagai "cryptocurrency yang dirancang untuk digunakan sebagai uang elektronik." ECash secara spesifik bertujuan untuk menjadi sarana transaksi yang digunakan untuk membayar barang dan jasa.
Selengkapnya di halaman XEC →