Perbedaan Osmosis dan Turtle: Osmosis diperdagangkan di Rp534,02 (kapitalisasi pasar Rp418,16M, volume 24 jam Rp37,98M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp773,53 (kapitalisasi pasar Rp119,57M, volume 24 jam Rp15,91M). Perbedaan utamanya: Osmosis jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Osmosis 784,4M / 1B OSMO (79%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 23 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| OSMO | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp418,16M | Rp119,57M |
Volume (24h) | Rp37,98M | Rp15,91M |
Suplai yang Beredar | 784,4M / 1B OSMO (79%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →