Perbedaan Osmosis dan StakeStone: Osmosis diperdagangkan di Rp602,49 (kapitalisasi pasar Rp470,28M, volume 24 jam Rp57,74M), sedangkan StakeStone diperdagangkan di Rp773,38 (kapitalisasi pasar Rp174,09M, volume 24 jam Rp88,78M). Perbedaan utamanya: Osmosis jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar StakeStone, dan suplai beredar Osmosis 781,1M / 1B OSMO (79%) dibanding 225,3M / 1B STO (23%) milik StakeStone. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 21 Hari dan StakeStone selama 10 Hari.
| OSMO | STO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp470,28M | Rp174,09M |
Volume (24h) | Rp57,74M | Rp88,78M |
Suplai yang Beredar | 781,1M / 1B OSMO (79%) | 225,3M / 1B STO (23%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →