Perbedaan Osmosis dan MyShell: Osmosis diperdagangkan di Rp534,02 (kapitalisasi pasar Rp419,4M, volume 24 jam Rp39,8M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,61 (kapitalisasi pasar Rp144,73M, volume 24 jam Rp80,56M). Perbedaan utamanya: Osmosis jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Osmosis 784,4M / 1B OSMO (79%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 23 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| OSMO | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp419,4M | Rp144,73M |
Volume (24h) | Rp39,8M | Rp80,56M |
Suplai yang Beredar | 784,4M / 1B OSMO (79%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →