Perbedaan Osmosis dan Roam: Osmosis diperdagangkan di Rp615,71 (kapitalisasi pasar Rp481,2M, volume 24 jam Rp43,75M), sedangkan Roam diperdagangkan di Rp127,19 (kapitalisasi pasar Rp44,6M, volume 24 jam Rp30,93M). Perbedaan utamanya: Osmosis jauh lebih besar — sekitar 10,8× kapitalisasi pasar Roam, dan suplai beredar Osmosis 781M / 1B OSMO (79%) dibanding 355,9M / 1B ROAM (36%) milik Roam. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 21 Hari dan Roam selama 6 Hari.
| OSMO | ROAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp481,2M | Rp44,6M |
Volume (24h) | Rp43,75M | Rp30,93M |
Suplai yang Beredar | 781M / 1B OSMO (79%) | 355,9M / 1B ROAM (36%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →