Perbedaan Osmosis dan Qtum: Osmosis diperdagangkan di Rp542,32 (kapitalisasi pasar Rp426,15M, volume 24 jam Rp41,74M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.844 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp84,91M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Osmosis, dan suplai beredar Osmosis 784,5M / 1B OSMO (79%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Osmosis selama 23 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| OSMO | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp426,15M | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp41,74M | Rp84,91M |
Suplai yang Beredar | 784,5M / 1B OSMO (79%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →