Perbedaan Ordinals dan Plasma: Ordinals diperdagangkan di Rp62.916 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp173,25M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.343 (kapitalisasi pasar Rp3,62T, volume 24 jam Rp335,26M). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Ordinals, dan suplai Ordinals dibatasi (21M / 21M ORDI (100%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ordinals selama 36 Hari dan Plasma selama 27 Hari.
| ORDI | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp3,62T |
Volume (24h) | Rp173,25M | Rp335,26M |
Suplai yang Beredar | 21M / 21M ORDI (100%) | 2,7B XPL |
Typical Hold Time | 36 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →