Perbedaan Ordinals dan UMA: Ordinals diperdagangkan di Rp63.005 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp172,16M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp5.782 (kapitalisasi pasar Rp524,52M, volume 24 jam Rp28,63M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar UMA, dan suplai Ordinals dibatasi (21M / 21M ORDI (100%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ordinals selama 36 Hari dan UMA selama 72 Hari.
| ORDI | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp524,52M |
Volume (24h) | Rp172,16M | Rp28,63M |
Suplai yang Beredar | 21M / 21M ORDI (100%) | 90,6M UMA |
Typical Hold Time | 36 Hari | 72 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →