Perbedaan Ordinals dan Tellor: Ordinals diperdagangkan di Rp64.990 (kapitalisasi pasar Rp1,37T, volume 24 jam Rp582,12M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.169 (kapitalisasi pasar Rp744,33M, volume 24 jam Rp134,73M). Perbedaan utamanya: Ordinals lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Ordinals dibatasi (21M / 21M ORDI (100%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ordinals selama 35 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| ORDI | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,37T | Rp744,33M |
Volume (24h) | Rp582,12M | Rp134,73M |
Suplai yang Beredar | 21M / 21M ORDI (100%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 35 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →