Perbedaan Ordinals dan Starknet: Ordinals diperdagangkan di Rp63.190 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp166,82M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp407,31 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp928,82M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Ordinals, dan suplai Ordinals dibatasi (21M / 21M ORDI (100%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ordinals selama 36 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| ORDI | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp2,78T |
Volume (24h) | Rp166,82M | Rp928,82M |
Suplai yang Beredar | 21M / 21M ORDI (100%) | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 36 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →