Perbedaan Orderly Network dan Turtle: Orderly Network diperdagangkan di Rp498,28 (kapitalisasi pasar Rp200,17M, volume 24 jam Rp36,45M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp775,09 (kapitalisasi pasar Rp120,26M, volume 24 jam Rp18,41M). Perbedaan utamanya: Orderly Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Orderly Network 400,2M / 1B ORDER (41%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Orderly Network selama 13 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| ORDER | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp200,17M | Rp120,26M |
Volume (24h) | Rp36,45M | Rp18,41M |
Suplai yang Beredar | 400,2M / 1B ORDER (41%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 12 Hari |
Orderly adalah infrastruktur yang memungkinkan orang untuk berdagang apa saja, di mana saja, melalui lapisan likuiditas tanpa izin. Platform ini menyediakan likuiditas yang dalam dan terpadu di seluruh blockchain melalui satu buku pesanan. Orderly memastikan likuiditas yang kuat di berbagai chain utama, termasuk Solana, Sonic, Arbitrum, Base, Mantle, Ethereum Mainnet, Optimism, dan Polygon, serta memberikan akses bagi trader dan exchange ke lebih dari 100 pasar melalui infrastruktur perdagangan terpadu.
Selengkapnya di halaman ORDER →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →