Perbedaan Orca dan USDS: Orca diperdagangkan di Rp21.710 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp352,49M), sedangkan USDS diperdagangkan di Rp18.072 (kapitalisasi pasar Rp181,38T, volume 24 jam Rp3,26T). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 137,4× kapitalisasi pasar Orca, dan suplai beredar Orca 60,8M ORCA dibanding 10B USDS milik USDS. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Orca selama 30 Hari dan USDS selama 9 Hari.
| ORCA | USDS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp181,38T |
Volume (24h) | Rp352,49M | Rp3,26T |
Suplai yang Beredar | 60,8M ORCA | 10B USDS |
Typical Hold Time | 30 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Orca adalah DEX yang paling ramah pengguna di Solana dan salah satu AMM serbaguna pertama yang diluncurkan di sana. Pengguna bisa menukar aset, mendapatkan yield, dan memberikan likuiditas melalui interface yang mudah digunakan. Berbagai proyek menggunakan Orca sebagai "money-lego" untuk mengintegrasikan fitur swap, farming, atau data on-chain ke dalam dApp mereka.
Selengkapnya di halaman ORCA →USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →