Perbedaan Orca dan SUPRA: Orca diperdagangkan di Rp21.707 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp354,93M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,75 (kapitalisasi pasar Rp122,97M, volume 24 jam Rp4,72M). Perbedaan utamanya: Orca jauh lebih besar — sekitar 10,7× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Orca terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Orca selama 30 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| ORCA | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp122,97M |
Volume (24h) | Rp354,93M | Rp4,72M |
Suplai yang Beredar | 60,8M ORCA | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Orca adalah DEX yang paling ramah pengguna di Solana dan salah satu AMM serbaguna pertama yang diluncurkan di sana. Pengguna bisa menukar aset, mendapatkan yield, dan memberikan likuiditas melalui interface yang mudah digunakan. Berbagai proyek menggunakan Orca sebagai "money-lego" untuk mengintegrasikan fitur swap, farming, atau data on-chain ke dalam dApp mereka.
Selengkapnya di halaman ORCA →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →