Perbedaan Orca dan Stader: Orca diperdagangkan di Rp18.488 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp142,56M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.843 (kapitalisasi pasar Rp130,17M, volume 24 jam Rp12,46M). Perbedaan utamanya: Orca jauh lebih besar — sekitar 8,7× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan Orca terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Orca selama 31 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| ORCA | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp130,17M |
Volume (24h) | Rp142,56M | Rp12,46M |
Suplai yang Beredar | 60,8M ORCA | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 31 Hari | 13 Hari |
Orca adalah DEX yang paling ramah pengguna di Solana dan salah satu AMM serbaguna pertama yang diluncurkan di sana. Pengguna bisa menukar aset, mendapatkan yield, dan memberikan likuiditas melalui interface yang mudah digunakan. Berbagai proyek menggunakan Orca sebagai "money-lego" untuk mengintegrasikan fitur swap, farming, atau data on-chain ke dalam dApp mereka.
Selengkapnya di halaman ORCA →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →