Perbedaan Orca dan Polymesh: Orca diperdagangkan di Rp21.710 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp352,49M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,63 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Orca lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Orca 60,8M ORCA dibanding 1,1B POLYX milik Polymesh. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Orca selama 30 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| ORCA | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,32T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp352,49M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 60,8M ORCA | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 30 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Orca adalah DEX yang paling ramah pengguna di Solana dan salah satu AMM serbaguna pertama yang diluncurkan di sana. Pengguna bisa menukar aset, mendapatkan yield, dan memberikan likuiditas melalui interface yang mudah digunakan. Berbagai proyek menggunakan Orca sebagai "money-lego" untuk mengintegrasikan fitur swap, farming, atau data on-chain ke dalam dApp mereka.
Selengkapnya di halaman ORCA →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →