Perbedaan Open Gradient dan Tether USDT: Open Gradient diperdagangkan di Rp1.621 (kapitalisasi pasar Rp346,87M, volume 24 jam Rp173,89M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.838 (kapitalisasi pasar Rp3.269,23T, volume 24 jam Rp706,62T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 9424,9× kapitalisasi pasar Open Gradient, dan suplai Open Gradient dibatasi (213,8M / 1B OPG (22%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Open Gradient selama 5 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| OPG | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp346,87M | Rp3.269,23T |
Volume (24h) | Rp173,89M | Rp706,62T |
Suplai yang Beredar | 213,8M / 1B OPG (22%) | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 5 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
OPG adalah aset native dari Open Gradient, protokol yang berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran nilai di sekitar model AI serta output yang dihasilkan AI. Ekosistem ini menggabungkan infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan untuk mendukung partisipasi terdesentralisasi dalam pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan teknologi AI.
Selengkapnya di halaman OPG →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →