Perbedaan Open Gradient dan SUPRA: Open Gradient diperdagangkan di Rp1.621 (kapitalisasi pasar Rp346,34M, volume 24 jam Rp176,22M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,01 (kapitalisasi pasar Rp98,21M, volume 24 jam Rp5,25M). Perbedaan utamanya: Open Gradient jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar Open Gradient 213,8M / 1B OPG (22%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Open Gradient selama 5 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| OPG | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp346,34M | Rp98,21M |
Volume (24h) | Rp176,22M | Rp5,25M |
Suplai yang Beredar | 213,8M / 1B OPG (22%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
OPG adalah aset native dari Open Gradient, protokol yang berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran nilai di sekitar model AI serta output yang dihasilkan AI. Ekosistem ini menggabungkan infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan untuk mendukung partisipasi terdesentralisasi dalam pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan teknologi AI.
Selengkapnya di halaman OPG →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →