Perbedaan Origin Protocol dan Tezos: Origin Protocol diperdagangkan di Rp303,96 (kapitalisasi pasar Rp204,1M, volume 24 jam Rp138,81M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.084 (kapitalisasi pasar Rp4,46T, volume 24 jam Rp139,2M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 21,9× kapitalisasi pasar Origin Protocol, dan suplai Origin Protocol dibatasi (673,1M / 1,4B OGN (48%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Origin Protocol selama 74 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| OGN | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp204,1M | Rp4,46T |
Volume (24h) | Rp138,81M | Rp139,2M |
Suplai yang Beredar | 673,1M / 1,4B OGN (48%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 74 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →