Perbedaan Origin Protocol dan Walrus: Origin Protocol diperdagangkan di Rp303,22 (kapitalisasi pasar Rp203,76M, volume 24 jam Rp137,6M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp561,19 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp65,14M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 6,8× kapitalisasi pasar Origin Protocol, dan suplai beredar Origin Protocol 673,1M / 1,4B OGN (48%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Origin Protocol selama 74 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| OGN | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp203,76M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp137,6M | Rp65,14M |
Suplai yang Beredar | 673,1M / 1,4B OGN (48%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 74 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →