Perbedaan Origin Protocol dan SubQuery Network: Origin Protocol diperdagangkan di Rp288,62 (kapitalisasi pasar Rp198,5M, volume 24 jam Rp17,18M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Origin Protocol jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Origin Protocol dibatasi (689,5M / 1,4B OGN (49%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Origin Protocol selama 75 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| OGN | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp198,5M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp17,18M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 689,5M / 1,4B OGN (49%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 75 Hari | 3 Hari |
Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →