Perbedaan Orbiter Finance dan UMA: Orbiter Finance diperdagangkan di Rp6,16 (kapitalisasi pasar Rp33,03M, volume 24 jam Rp29,9M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp6.551 (kapitalisasi pasar Rp608,35M, volume 24 jam Rp36,66M). Perbedaan utamanya: UMA jauh lebih besar — sekitar 18,4× kapitalisasi pasar Orbiter Finance, dan suplai Orbiter Finance dibatasi (5,5B / 10B OBT (56%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Orbiter Finance selama 10 Hari dan UMA selama 71 Hari.
| OBT | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp33,03M | Rp608,35M |
Volume (24h) | Rp29,9M | Rp36,66M |
Suplai yang Beredar | 5,5B / 10B OBT (56%) | 91,7M UMA |
Typical Hold Time | 10 Hari | 71 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Orbiter Finance adalah infrastruktur blockchain interoperabilitas yang dibangun dengan teknologi zero-knowledge (ZK-tech). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan interaksi blockchain, memastikan interoperabilitas yang mulus, serta mengurangi fragmentasi likuiditas. Orbiter mewujudkannya melalui solusi inovatif, termasuk protokol lintas-rantai universal dan Omni Account Abstraction. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan ulang pengalaman Web3 di era multichain.
Selengkapnya di halaman OBT →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →