Perbedaan Obol dan Codatta: Obol diperdagangkan di Rp157,55 (kapitalisasi pasar Rp30,1M, volume 24 jam Rp51,72M), sedangkan Codatta diperdagangkan di Rp123,98 (kapitalisasi pasar Rp309,92M, volume 24 jam Rp16,61M). Perbedaan utamanya: Codatta jauh lebih besar — sekitar 10,3× kapitalisasi pasar Obol, dan suplai beredar Obol 161,3M / 500M OBOL (33%) dibanding 2,5B / 10B XNY (25%) milik Codatta. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Obol selama 16 Hari dan Codatta selama 4 Hari.
| OBOL | XNY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp30,1M | Rp309,92M |
Volume (24h) | Rp51,72M | Rp16,61M |
Suplai yang Beredar | 161,3M / 500M OBOL (33%) | 2,5B / 10B XNY (25%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 4 Hari |
Obol mengembangkan teknologi penting yang meningkatkan desentralisasi dan keamanan Ethereum, saat ini melindungi miliaran ETH yang distake. Distributed Validators (DV) menawarkan uptime lebih baik, risiko lebih rendah, dan performa lebih tinggi dibanding staking tradisional. Dengan middleware Charon, DV memungkinkan validator Ethereum berfungsi di berbagai operator dan mesin, dilengkapi threshold signing dan distributed key generation untuk ketahanan tambahan. Obol Collective, yang didukung oleh Token OBOL, mencakup ekosistem operator desentralisasi terbesar dengan pemain utama seperti Lido dan Blockdaemon. Obol Stack mempermudah penyebaran node Ethereum dan infrastruktur desentralisasi lainnya, mendorong pertumbuhan ekonomi Ethereum.
Selengkapnya di halaman OBOL →Codatta adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mengubah pengetahuan manusia dan AI menjadi aset digital yang dapat dimiliki dan menghasilkan royalti. Kontributor dapat memecah data menjadi aset fraksional dengan potensi pendapatan berkelanjutan. Beroperasi di BNB Chain, Ethereum, dan Solana, Codatta menyediakan pelacakan asal data, lisensi, serta distribusi pembayaran otomatis untuk ekosistem AI dan DeSci.
Selengkapnya di halaman XNY →