Perbedaan Obol dan Request: Obol diperdagangkan di Rp157,55 (kapitalisasi pasar Rp30,1M, volume 24 jam Rp51,72M), sedangkan Request diperdagangkan di Rp926,89 (kapitalisasi pasar Rp739,28M, volume 24 jam Rp15,47M). Perbedaan utamanya: Request jauh lebih besar — sekitar 24,6× kapitalisasi pasar Obol, dan suplai Obol dibatasi (161,3M / 500M OBOL (33%)), sedangkan Request terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Obol selama 16 Hari dan Request selama 38 Hari.
| OBOL | REQ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp30,1M | Rp739,28M |
Volume (24h) | Rp51,72M | Rp15,47M |
Suplai yang Beredar | 161,3M / 500M OBOL (33%) | 796,7M REQ |
Typical Hold Time | 16 Hari | 38 Hari |
Obol mengembangkan teknologi penting yang meningkatkan desentralisasi dan keamanan Ethereum, saat ini melindungi miliaran ETH yang distake. Distributed Validators (DV) menawarkan uptime lebih baik, risiko lebih rendah, dan performa lebih tinggi dibanding staking tradisional. Dengan middleware Charon, DV memungkinkan validator Ethereum berfungsi di berbagai operator dan mesin, dilengkapi threshold signing dan distributed key generation untuk ketahanan tambahan. Obol Collective, yang didukung oleh Token OBOL, mencakup ekosistem operator desentralisasi terbesar dengan pemain utama seperti Lido dan Blockdaemon. Obol Stack mempermudah penyebaran node Ethereum dan infrastruktur desentralisasi lainnya, mendorong pertumbuhan ekonomi Ethereum.
Selengkapnya di halaman OBOL →Token Request (REQ), diluncurkan pada tahun 2017, memastikan kinerja dan stabilitas jaringan Rquest. Jaringan Request itu sendiri adalah sistem pembayaran terdesentralisasi berbasis Ethereum di mana dan siapa pun dapat meminta pembayaran dan menerima uang melalui cara yang aman.
Selengkapnya di halaman REQ →