Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Nillion (NIL) vs Subsquid (SQD)

SubsquidTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Nillion dan Subsquid: Nillion diperdagangkan di Rp633,66 (kapitalisasi pasar Rp293,54M, volume 24 jam Rp196,72M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp543,65 (kapitalisasi pasar Rp549,64M, volume 24 jam Rp69,67M). Perbedaan utamanya: Subsquid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Subsquid dibatasi (1B / 1,3B SQD (76%)), sedangkan Nillion terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Nillion selama 9 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.

NILSQD
Kap. Pasar
Rp293,54MRp549,64M
Volume (24h)
Rp196,72MRp69,67M
Suplai yang Beredar
465,3M NIL1B / 1,3B SQD (76%)
Typical Hold Time
9 Hari8 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

NIL
76% Beli24% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 9 Hari
SQD
98% Beli2% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 8 Hari

Tentang Nillion

Nillion adalah jaringan komputasi dan penyimpanan pribadi yang dirancang untuk AI dan data, dikenal sebagai “blind computer.” Jaringan ini menggunakan Privacy-Enhancing Technologies (PETs) untuk memungkinkan komputasi dan penyimpanan data secara aman sambil menjaga privasi. Token utilitas aslinya, NIL, digunakan untuk biaya jaringan, pembayaran di Coordination Layer dan Petnet, staking untuk keamanan jaringan, serta partisipasi dalam tata kelola melalui modul on-chain.

Selengkapnya di halaman NIL

Tentang Subsquid

Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.

Selengkapnya di halaman SQD