Perbedaan Neon EVM dan XDC Network: Neon EVM diperdagangkan di Rp248,04 (kapitalisasi pasar Rp59,63M, volume 24 jam Rp2,26M), sedangkan XDC Network diperdagangkan di Rp478,58 (kapitalisasi pasar Rp10,08T, volume 24 jam Rp64,54M). Perbedaan utamanya: XDC Network jauh lebih besar — sekitar 169× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan XDC Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan XDC Network selama 35 Hari.
| NEON | XDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp59,63M | Rp10,08T |
Volume (24h) | Rp2,26M | Rp64,54M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 21B XDC |
Typical Hold Time | 19 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →XDC Network adalah blockchain kompatibel EVM yang dirancang untuk trade finance dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Dengan konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS), jaringan ini menghadirkan transaksi cepat, aman, dan skalabel. Sistem Layer-2 subnet memungkinkan pengguna meluncurkan side chain yang independen dan menjaga privasi, sekaligus mewarisi keamanan mainnet XDC, sehingga ideal bagi pemerintah, institusi keuangan, dan bisnis yang membutuhkan lingkungan blockchain khusus.
Selengkapnya di halaman XDC →