Perbedaan Neon EVM dan VeThor Token: Neon EVM diperdagangkan di Rp248,14 (kapitalisasi pasar Rp59,39M, volume 24 jam Rp2,24M), sedangkan VeThor Token diperdagangkan di Rp5,76 (kapitalisasi pasar Rp589,58M, volume 24 jam Rp14,88M). Perbedaan utamanya: VeThor Token jauh lebih besar — sekitar 9,9× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan VeThor Token terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan VeThor Token selama 42 Hari.
| NEON | VTHO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp59,39M | Rp589,58M |
Volume (24h) | Rp2,24M | Rp14,88M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 102,2B VTHO |
Typical Hold Time | 19 Hari | 42 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →VeThor Token adalah salah satu dari dua token yang digunakan oleh blockchain publik VeChainThor. VeChain awalnya diluncurkan pada tahun 2015, namun mengalami proses rebranding yang cukup besar pada tahun 2018. Meskipun VeChain Token (VET) adalah token native di platform, VeThor Token (VTHO) memainkan peran penting dalam fungsi keseluruhan blockchain.
Selengkapnya di halaman VTHO →