Perbedaan Neon EVM dan Terra USD: Neon EVM diperdagangkan di Rp334,07 (kapitalisasi pasar Rp80,11M, volume 24 jam Rp14,81M), sedangkan Terra USD diperdagangkan di Rp100,22 (kapitalisasi pasar Rp556,67M, volume 24 jam Rp14,54M). Perbedaan utamanya: Terra USD jauh lebih besar — sekitar 6,9× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 5,6B / 6,1B USTC (92%) milik Terra USD. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 17 Hari dan Terra USD selama 56 Hari.
| NEON | USTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp80,11M | Rp556,67M |
Volume (24h) | Rp14,81M | Rp14,54M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 5,6B / 6,1B USTC (92%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 56 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →USTC adalah stablecoin terdesentralisasi dan algoritmik dari blockchain Terra. Koin ini skalabel dan menghasilkan nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin dalam ekosistem Terra berbagi total likuiditas, yang berarti para pengguna dapat menukar TerraUSD ke TerraKRW (stablecoin Terra yang dipatok ke Won Korea) dengan biaya minimal. Selain itu, pengguna dapat memperoleh pendapatan pasif menggunakan TerraUSD dengan suku bunga stabil dari protokol lending Anchor.
Selengkapnya di halaman USTC →