Perbedaan Neon EVM dan USDC: Neon EVM diperdagangkan di Rp334,07 (kapitalisasi pasar Rp80,11M, volume 24 jam Rp14,81M), sedangkan USDC diperdagangkan di Rp18.072 (kapitalisasi pasar Rp1.320,86T, volume 24 jam Rp175,8T). Perbedaan utamanya: USDC jauh lebih besar — sekitar 16488,1× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan USDC terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 17 Hari dan USDC selama 61 Hari.
| NEON | USDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp80,11M | Rp1.320,86T |
Volume (24h) | Rp14,81M | Rp175,8T |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 73,2B USDC |
Typical Hold Time | 17 Hari | 61 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →USD Coin adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS dengan basis 1:1. Stablecoin ini awalnya diluncurkan secara terbatas pada September 2018. Sederhananya, mantra USD Coin adalah 'uang digital untuk era digital' — dan stablecoin dirancang untuk dunia di mana transaksi tanpa uang tunai menjadi lebih umum. USD Coin bertujuan untuk mengungguli para pesaing dalam beberapa cara. Salah satunya melalui transparansi dan jaminan bahwa pengguna akan dapat menarik 1 USDC dan menerima $1 sebagai imbalan tanpa masalah.
Selengkapnya di halaman USDC →