Perbedaan Neon EVM dan TokenFi: Neon EVM diperdagangkan di Rp334,07 (kapitalisasi pasar Rp80,11M, volume 24 jam Rp14,81M), sedangkan TokenFi diperdagangkan di Rp39,95 (kapitalisasi pasar Rp39,9M, volume 24 jam Rp126,3M). Perbedaan utamanya: Neon EVM jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar TokenFi, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 1B / 10B TOKEN (11%) milik TokenFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 17 Hari dan TokenFi selama 10 Hari.
| NEON | TOKEN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp80,11M | Rp39,9M |
Volume (24h) | Rp14,81M | Rp126,3M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 1B / 10B TOKEN (11%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →TokenFi bertujuan menyederhanakan tokenisasi cryptocurrency dan aset, dengan posisi untuk menjadi platform tokenisasi terdepan di dunia. Industri tokenisasi diperkirakan akan mencapai $16 triliun pada tahun 2030. TokenFi diluncurkan oleh tim berpengalaman Floki, pencipta token populer Floki. Mereka memanfaatkan keahlian mereka untuk menjadikan TokenFi sebagai platform teratas di bidang tokenisasi.
Selengkapnya di halaman TOKEN →