Perbedaan Neon EVM dan Telcoin: Neon EVM diperdagangkan di Rp335,34 (kapitalisasi pasar Rp80,11M, volume 24 jam Rp15,26M), sedangkan Telcoin diperdagangkan di Rp37,52 (kapitalisasi pasar Rp3,59T, volume 24 jam Rp19,21M). Perbedaan utamanya: Telcoin jauh lebih besar — sekitar 44,8× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 96,1B / 100B TEL (97%) milik Telcoin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 17 Hari dan Telcoin selama 11 Hari.
| NEON | TEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp80,11M | Rp3,59T |
Volume (24h) | Rp15,26M | Rp19,21M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 96,1B / 100B TEL (97%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →Telcoin, diluncurkan pada 2017 dan dikelola oleh Telcoin Association, adalah fintech yang beroperasi di 171 negara. Menggabungkan blockchain, telekomunikasi, dan perbankan digital untuk menyediakan layanan keuangan terjangkau. Dompet Telcoin mendukung lebih dari 100 aset digital dan memfasilitasi pengiriman uang global. Telcoin diatur sebagai Virtual Asset Service Provider di UE dan Argentina, Major Payment Institution di Singapura, dan Money Services Business di beberapa negara.
Selengkapnya di halaman TEL →